Sepenggal catatan dari Workshop Creative Leadership dalam Rapat Pimpinan (Rapim) dengan ABA St. Pignatelli sebagai penyelenggara di Hotel Lor In Solo, 14-16 Mei 2017

Membangun Budaya Kreatif dan Inovatif

Pimpinan harus bisa membuat budaya kreatif dan inovatif di dalam internal organisasinya, dalam hal ini kampus. Berikut ini beberapa tips bagi pimpinan lembaga Perguruan Tinggi untuk menciptakan budaya kreatif dan inovatif.

  1. Beri Apresiasi

Hubungan antara pemimpin dan bawahan itu transaksional. Kedua belah pihak saling membutuhkan. Untuk bisa mendapatkan ide kreatif bersama, maka dibutuhkan sistem untuk memberikan reward dan punishment. Kreativitas dan Inovasi bukan barang yang mudah diciptakan. Untuk itu, berikan reward bagi bawahan yang kreatif. Sebaliknya, berikan pula punishment bagi bawahan yang sudah tidak bisa berkembang.

  1. Beri Kebebasan

Kreativitas tentu tidak bisa muncul dalam tekanan maupun pembatasan-pembatasan. Oleh karena itu, pimpinan harus membuka diri kepada bawahan untuk menampung aspirasi dan usulan-usulan yang brilian.

  1. Beri Motivasi

Gagasan yang kreatif dan inovatif itu tidak mudah untuk diwujudkan. Harus ada yang berani untuk memulai walaupun berat. Maka, motivasi sudah selayaknya diberikan kepada mereka yang berani menciptakan gagasan baru dan berani mewujudkan. Selain itu, setiap orang punya kecenderungan untuk merasa nyaman dalam rutinitas mereka. Padahal salah satu cara untuk menjadi kreatif adalah dengan berani menjadi beda dan outside the box.

  1. Meningkatkan Wawasan

Kreativitas tidak mungkin muncul dalam kondisi wawasan yang terbatas. Seorang yang berwawasan luas akan mudah mendapatkan inspirasi-inspirasi dari pengetahuan yang dimiliknya. Oleh karena itu, dibutuhkan pelatihan-pelatihan khusus tentang berbagai hal untuk melatih how to, bukan so how.

  1. Komitmen

Komitmen yang jelas diwujudkan dengan penyusunan dan pelaksanaan Program Aksi. Jangan membuat program-program yang sifatnya normatif. Jika rencana program hanya bersifat normatif, tidak akan ada perubahan yang berarti bagi organisasi

Akhir kata, menjadi kreatif dan inovatif itu keharusan. Kreativitas dan inovasi adalah salah prasyarat untuk menuju perubahan yang lebih baik. Dalam hal ini, kampus sebagai tempat orang-orang terpelajar sudah seharusnya menciptakan kreativitas dan inovasi demi dunia yang lebih baik, khususnya dunia pendidikan yang lebih bermutu.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *